POTENSIAL KEBUDAYAAN SAPE SONOK MADURA TERHADAP INDUSTRI KREATIF BUDAYA

Eksotis Budaya Madura

    Perkembangan budaya yang terdapat di Madura dapat menjadi zona ekonomi ekslusif sebagai investasi pulau Madura. Dengan dimilikinya lahan dan potensial maka lembaga menarik untuk mengupayakan infrastruktur yang terdapat di Madura. Kebudayaan madura dengan ciri khas beberapa slogan, dan simbolik yakni salah satunya sapi Madura. Sapi Madura dapat beintegritas dengan kehidupan sosial budaya karena dapat digunakan sebagai alat atau sarana petani, ekonomi kreatif, dan juga sumber daya hiburan masyarakat Madura.

    Melalui hal itu kebudayaan sapi Madura tidak terlalu signifikan berkembang di daerah Jawa ataupun wilayah bali dan sekitarnya, karena tersebut pengupayaan pelestarian sapi Madura hanya lebih intern di pulau madura saja. Dengan kemajuannya budaya sapi Madura menjadi tatanan eksotis wisata Indonesia.

Keterkaitan dengan pesat ekonomi kreatif perlu membudayakan dan memperdayakan suatu nilai-nilai sub-ekonomi kreatif terhadap budaya Sape Sonok. Membuka ruang kreatifitas seni dan budaya maka kontestasi Sape Sonok menjadi produk yang dikembang dan dihadirkan untuk menciptakan esensi Madura kepada khalayak umum. Dengan keberadaan Sape Sonok menjadi salah satu kesenian tradisional Madura yang lebih mengedepankan kreatifitas dan inovasi untuk kontestasi keindahan, keserasian dan keterampilan sapi.

Dalam Sape Sonok ini menggunakan sapi yang berjenis betina dan sangat bugar untuk diikutkan dalam kompetisi ini. fungsi kesenian sendiri dapat berperan lebih terhadap pelestarian hingga regenerasi yang akan datang sebagai pewarisan budaya tanah air Indonesia dan ciri khas simbolik masyarakat Madura. Keunggulan budaya yang diterapkan secara kompetisi, hal ini juga dapat diperdayakan sebagai hiburan rakyat dan ladang ekonomi kreatif. Seakan tradisi Sape Sonok ini memperjual-belikan atas keindahan, dan estetis sapi yang dipajang dengan penilaian kontesasi tersebut.

    Secara tidak lansung fungsional seni kebudayaan dapat menumbuhkan destinasi wisata yang berbasis fauna. Peran sub-sosial budaya, peran pemerintah, peran ekonomi kreatif yang dimunculkan dan dapat diorganisirkan kedalam pelestarian budaya Sape Sonok Madura ini.

    Pagelaran budaya Sape Sonok menjadi agenda tahunan di Pamekasan dan Sumenep yang lebih kelihatan dalam pagelaran ini. Sebagaimana pesatnya perkembangan zaman dalam beberapa bidang dan aspek yang telah berperan, yang menjadi suatu pertanyaan dalam mengantisipasi keredupan dan punahnya tradisi Sape Sonok karena adanya penopang demi kepentingan yang memanfaatkan ladang tradisi Sape Sonok ini, sehingga esensi dalam berkontestasi menjadi redup dan menjadi agresifitas menang dengan campur tangan hak yang lebih tinggi.

Referensi: 

M. Zali. dkk., Desember, 2019. Jurnal Sains Peternakan. Strategy Sonok Culture in Efforts to Purify
            Madura Cattle (case study in Waru Barat village, Pamekasan district), Volume Volume 7,pp. No.
            2, prees: Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

VARIAN-VARIAN KOSAKATA DALAM DIALEK AREKAN ATAU BOSO SUROBOYOAN SEBAGAI CIRI KHAS MASYARAKAT SURABAYA

Implementasi Pepatah Jawa Lama Urip Iku Urup dalam Kehidupan Sosial Modern

FOLKLOR | Revitalisasi Nilai Kearifan Lokal Pepatah Mite Rakyat “Bangun Siang, Rezeki di Patok Ayam”