Resensi Film "Merindu Cahaya De Amstel"
Identitas Film :
Judul Film : Merindu Cahaya De Amstel
Produser Film : Unlimited Production
Sutradara Film : Hadrah Daeng Ratu
Durasi Film : 107 menit
Rilis Film : 20 Januari 2022
Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata dengan genre
relisgi islami yang berada di negara Belanda. Kisah seorang gadis Belanda yang
mengalami kegelisahan dan keputusasaan karena suatu pergaulan bebas yang
dilakukannya. Gadis Belanda tersebut adalah Khadija. Nama Khadijah ini beralih
dari nama Marien, karena gadis Belanda tersebut menemukan dan telah memeluk
Islam dalam kegelisahannya dan ingin memperbaiki kehidupan bebasnya sesuai
pendalaman ajaran Islam. Khadijah diperankan oleh Amanda Rawles dan Nicholas
Van Dijck diperankan oleh Bryan Domani.
Dalam scene awal film ini Khadijah bertemu Nicholas Van
Dijck atau biasa dipanggil Nico secara tidak sengaja. Nico seorang mahasiswa
arsitektur dengan profesi sebagai fotografer dan jurnalis. Khadijah secara
tidak sengaja dipotret oleh Nico dan menjadi acuan proyek oleh perusahaan
jurnalisnya. Nico sebenarnya tidak sengaja memotret wanita berjilbab atau
Khadijah karena Nico mencari frame yang menarik. Perusahaan jurnalisnya
ingin Khadijah menjadi model di salah satu modul beritanya karena istimwanya
potret tersebut yaitu wanita berjilbab di Belanda dengan cahaya yang
menyelimuti di setiap sisi raganya. Khadijah awalnya menjadi incaran Nico untuk
menjadi model di beritanya, namun di sisi lain Nico mempunyai rasa yang lebih
kepada Khadijah. Dan terdapat Kamala yang diperankan oleh Rachel Amanda sebagai
teman Khadijah dan Nico. Kamala dari awal bertemu telah menyukai Nico dan ingin
sekali merubah prinsip untuk menjadi kriteria Nico. Begitu juga Nico mengubah
prinsip dari agnostik ke Islam demi mendekati Khadijah.
Dalam Film ini menjadi cinta lintas agama dan cinta segitiga
oleh Khadijah, Nico dan Kamala. Kisah cinta yang ditawarkan di dalamnya sangat
penuh nilai arti kehidupan dan prinsip sebagai orang dewasa. Film ini secara
tidak lansung menuai konflik agama dan konflik percintaan. Konflik agama
dijelaskan dalam kepercayaan Nico yang agnostik dan prinsip keislaman yang
mengubah Khadijah untuk mengusahakan lebih dalam, serta kehidupan yang bebas
memerlukan batasan-batasan terutama agama seperti contohnya Khadijah
menggunakan kerudung dalam kesehariannya di Belanda meskipun terdapat beberapa
orang yang mengucilkannya karena penampilannya. Sedangkan konflik percintaan
adalah cinta segitiga antara Khadijah, Nico dan Kamala yang merupakan sahabat baik.
Suatu perjalanan di dalam Film ini
mengemukakan pembelajaran atas kehidupan yang bebas dan kehidupan yang penuh
dengan drama. seperti prinsip Khadijah yang awalnya memakai pakaian terbuka
dari pergaulan bebasnya menjadi berpakaian tertutup untuk memperbaiki dan
merubah prinsip hidupnya sesuai dengan ajaran Islam. Dalam film ini juga
menyajikan amanat yang sangat penting yaitu tetap
memperlakukan baik orang yang memandang kita rendah. Dengan begitu orang
tersebut akan sadar, bahwa kita tak seburuk apa yang dia pikirkan dan suatu
pengingat mengenai kepercayaan manusia beragama mempunyai landasan untuk selalu
taat dalam menjalani ibadah sesuai dengan ajaran agama masing-masing terutama
Islam. Serta dalam film ini juga menyiratkan bahwa sebagai manusia yang selalu
interaktif kepada orang lain harus bisa menerima keputusan seseorang dengan
suatu pemaksaan atau kehendak yang harus diwujudkan, hal tersebut dapat membuat
orang menjadi tidak nyaman dan menjadi nilai negatif terhadap humanisme
seseorang.

Komentar
Posting Komentar